Laravel adalah sebuah framework php yang akan membantu pembuatan aplikasi berbentuk web. Laravel bisa didapatkan dan digunakan segara cuma – cuma karena berlisensi open source. Sampai saat artikel ini ditulis versi dari laravel sudah sampai versi 8 dan akan terus muncul versi terbaru setiap 1 tahun sekali. Namun kamu tidak perlu khawatir akan ketinggalan, karena pada setiap versinya perubahan yang terjadi tidak terlalu signifikan. Agar bisa digunakan secara online laravel perlu di deploy terlebih dahulu ke web hosting.

Pada artikel kali ini kami menggunakan shared web hosting sebagai demo, selain harganya yang murah hosting jenis ini sudah mencukupi untuk project kecil kecilan. Kekurangan dari hosting ini adalah kita tidak bisa menggunakan CLI dan tidak tersedianya composer, sehingga kalau ingin melakukan update package harus dilakukan manual. Biasanya juga terdapat extensi PHP yang tidak didukung oleh beberapa penyedia. Begini cara deploy laravel di Web Hosting.
Cek terlebih dahulu apakah hosting yang digunakan sudah bisa menjalankan laravel tanpa kendala. Beberapa yang perlu dicek adalah versi dari php, web server yang digunakan dan apakah hosting tersebut bisa membuat database. Jangan lupa luangkan penyimpanan sesuai dengan besar project laravel yang nantinya akan di upload. Ada PHP extension yang harus diaktifkan agar laravel bisa berjalan, sepesifikasi minimalnya bisa dilihat pada gambar dibawah.
Spesifikasi minimal diatas merupakan spesifikasi yang dibutuhkan untuk project laravel baru, spesifikasi yang dibutuhkan akan berbeda kalau kamu sudah menambahkan plugin laravel lain. Untuk amannya gunakan versi PHP terbaru agar memaksimalkan kompatibilitas.
Setelah memastikan semua kebutuhan minimal sudah terpenuhi, sekarang saatnya untuk mengunggah project laravel ke web hosting. Ada banyak cara untuk mengunggahnya, paling mudah dengan menggunakan FTP. Pertama buat folder project laravel menjadi file zip, lalu upload menggunakan filemanager yang terdapat pada panel hosting yang sedang digunakan. Upload file ini ke root/home direktori pada web hosting
Biasanya web hosting tidak mempunyai fitur terminal, tidak adanya fitur ini membuat kita tidak bisa menggunakan command seperti composer atau php artisan. Maka dari itu pastikan folder project yang kamu upload sudah terdapat folder vendor didalamnya, sehingga kita tidak perlu lagi menggunakan melakukan perintah composer. Saat proses upload sudah selesai, lakukan unzip pada folder. Pindahkan semua isi dari folder “public” di project laravel ke folder ” public_html” jika hostingmu menggunakan cpanel atau “httpdocs” jika menggunakan plesk. Struktur folder akan menjadi seperti gambar dibawah.
Baca Juga:
Meskipun folder project sudah diupload, saat ini kita belum bisa mengakses website dan akan muncul error jika mengaksesnya sekarang. Untuk memperbaikinya kita perlu mengedit file bernama index.php. Lalu ubah semua line berikut dan tambahkan nama folder yang dibuat saat melakukan upload file. Pada kasus ini nama folder kami adalah laravel.
if (file_exists(__DIR__.'/../storage/framework/maintenance.php')) {
require __DIR__.'/../storage/framework/maintenance.php';
}
require __DIR__.'/../vendor/autoload.php';
$app = require_once __DIR__.'/../bootstrap/app.php'; Setelah ditambahkan akan menjadi seperti ini
if (file_exists(__DIR__.'/../laravel/storage/framework/maintenance.php')) {
require __DIR__.'/../laravel/storage/framework/maintenance.php';
}
require __DIR__.'/../laravel/vendor/autoload.php';
$app = require_once __DIR__.'/../laravel/bootstrap/app.php';
Sekarang website bisa diakses dan akan menampilkan tampilan default laravel atau tampilan utama yang sesuai dengan project yang sudah diupload sebelumnya
Kalau project laravel yang kamu buat merupakan sebuah aplikasi yang menggunakan CRUD, maka kita perlu membuat database agar aplikasi bisa berjalan dengan baik. Buat database dengan menggunakan PhpMyAdmin atau menggunakan software lain yang tersedai pada panel web hosting yang digunakan. Pada saat membuat database informasi yang perlu untuk dicatat adalah nama database, user dan password untuk mengakses database. Setelah database berhasil dibuat, kita siap untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.
Sekarang kita perlu mengkoneksikan project laravel dengan database yang sudah kita buat sebelumnya, gunakan informasi yang sudah kita simpan dan buka file bernama .env pada folder project laravel. Jika kamu tidak menemukan file yang dimaksud, gunakan file .env.example tapi jangan lupa ganti namanya menjadi .env setelah selesai mengeditnya. Ubah pengaturan pada .env menjadi seperti berikut.
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=TULIS_NAMA_DATABASE_DISINI
DB_USERNAME=ISI_USERNAME_DISINI
DB_PASSWORD=ISI_PASSWORD_DISINI Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah mengedit file bernama filesystem.php yang berada pada folder “project/config”. Kita perlu mengedit file ini agar memudahkan saat akan melakukan upload dan pemanggilan file menggunakan laravel. Silahkan sesuaikan baris berikut sesuai dengan kebutuhan.
'public' => [
'driver' => 'local',
'root' => storage_path('app/public'),
'url' => env('APP_URL').'/storage',
'visibility' => 'public',
],
'links' => [
public_path('storage') => storage_path('app/public'),
], Lalu kita perlu membuat sebuah symbolic link yang nantinya menghubungkan folder storage yang berada di root folder dengan folder storage yang berada pada public folder. Biasanya kita akan menggunakan “php artisan storage:link” namun pada shared hosting kita tidak diberikan akses terminal. Untuk itu kita perlu menggunakan fungsi link pada PHP. Caranya edit route file laravel yang bernama web.php dan tambahkan kode berikut pada baris paling atas route.
Route::get('/foo', function () {
Artisan::call('storage:link');
}); Itulah beberapa langkah yang harus dilakukan agar bisa deploy project laravel yang sudah kita bangun pada sebuah web hosting. Kalau kamu mengalami error pada saat membuka webnya, ada kemungkinan extensi yang dibutuhkan oleh laravel tidak tersedia atau belum diaktifkan oleh penyedia. Ada kemungkinan juga kalau versi PHP tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh laravel. Sekian dari kami, terima kasih sudah mengunjungi blog ini.
Nintendo switch adalah sebuah konsol keluaran nintendo yang memiliki sifat hybrid. Jadi, dalam penggunaannya nintendo… Read More
Seperti namanya kita bisa menggunakan cloud storage sebagai backup dan data kita disimpan di server… Read More
Screenshot adalah suatu upaya untuk penangkap tampilan layar dan menyimpannya sebagai gambar. Karena hanya digunakan… Read More
Sesuai dengan namanya microsoft excel adalah salah satu dari paket produk office yang dibuat dan… Read More
Google chrome adalah sebuah peramban yang biasa kita gunakan untuk melakukan surfing di internet. Meskipun… Read More
Siapa yang tidak mengenal aplikasi photoshop, aplikasi pengolah gambar ini sangatlah populer. Bahkan untuk orang… Read More