9 Cara Mengatasi Laptop Lemot Windows 10 7 Dengan Mudah

Mempunyai sebuah laptop sekarang adalah hal yang cukup umum dimasyarakat. Seperti halnya smartphone memiliki sebuah laptop bisa dibilang merupakan sebuah kewajiban di jaman sekarang. Semua orang menggunakan laptop tidak hanya untuk bekerja tetapi juga untuk kebutuhan hiburan selain menonton televisi.

Membuat Laptop menjadi ngebut

Tapi apa jadinya jika laptop yang kamu gunakan menjadi lemot dan sering nge -hang. Selain mengganggu produktifitas dalam bekerja pasti juga membuat frustasi dan jengkel. Bayangkan saja saat enak – enak melakukan editing video, laptop kamu tiba-tiba nge -hang dan aplikasi editing kamu auto close dan hasil perkerjaan kamu tidak tersimpan. Maka dari itu kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut untuk mempercepat dan mengoptimalkan laptopmu :

Cara Agar Laptop Tidak Lemot Saat Bermain Game

1) Update Driver Hardware

Hal pertama yang perlu kamu cek ialah driver dari laptopmu terlebih dahulu. Driver laptop sangat penting karena merupakan penghubung dan sarana komunikasi antara perangkat keras dan perangkat lunak laptopmu. Untuk mengecek driver silahkan gunakan device manager yang bisa kamu buka dengan mengetiknya di kolom pencarian windows. Cek jika terdapat tanda tanya maupun tanda seru di dalam device manager. Jangan lupa untuk mengupdate driver atau sekedar reinstall drivermu jika dirasa performa laptop sudah mulai menurun dari tahun ke tahun.

2) Cek apakah Laptop terkena Virus

Semua laptop yang sudah terinfeksi virus bisa dipastikan akan mengalami penurunan performa dan lama kelamaan menjadi lemot. Virus pada dasarnya adalah program jahat yang merusak sistem komputer dan memperbanyak diri untuk mempertahankan hidupnya dan menginfeksi komputer lain. Hal ini mengakibatkan kinerja komputer semakin berat karena ulah virus. Coba cek di file expoler, apakah ada file atau folder yang tidak kamu kenal?

2) Jangan Gunakan Banyak Antivirus

Antivirus memang bisa diibaratkan sebuah obat dan antibiotik untuk mengatasi serangan dari virus. Tetapi seperti halnya obat di dunia nyata kamu tidak boleh menggunakannya terlalu berlebihan karena bisa menyebabkan overdosis. Misal menggunakan 3 Antivirus secara bersamaan karena kamu merasa dengan banyaknya antivirus komputer kamu jadi lebih kebal terhadap virus. Hal ini merupakan sesuatu yang sia – sia gaess karena selain akan memperberat laptopmu mempunyai lebih dari 1 antivirus akan mengakibatkan bentrokan antar antivirus yang nantinya akan membuat laptopmu error. Kalau 2 mungkin masih bisa, tetapi tidak semua antivirus bisa jalan berdampingan

Baca Juga :
1. Aman dari virus tanpa menggunakan Antivirus
2. 5 Alasan Untuk segera Pindah ke SSD

4) Cek Kapasitas Harddisk

Sebagai tempat penyimpanan sebuah laptop, harddisk juga berperan penting dalam lemot/tidaknya laptop. Karena dalam melakukan pemrosesan data laptop selalu melakukan proses baca dan tulis data ke dalam harddisk. Jika kapasitas harddisk sudah mulai penuh maka kecepatan harddisk akan mulai berkurang apalagi yang penuh merupakan drive C tempat file-file sistem disimpan.

5) Uninstall Aplikasi Tidak Perlu

Terkadang kita melakukan install aplikasi yang tidak setiap saat dibutuhkan. Aplikasi – aplikasi ini bisa saja selama ini berjalan pada background proses laptop tanpa kamu sadari. Semakin banyak aplikasi yang berjalan maka kecepatan proses mengolah data akan melambat dan saat kita ingin membuka aplikasi yang kita perlukan laptop akan memerlukan waktu yang cukup lama dalam membukanya. Kami sarankan untuk menghapus aplikasi – aplikasi yang sudah tidak kamu perlukan dan menginstallnya lagi di kemudian hari jika dibutuhkan kembali.

6) Defragment Harddisk secara berkala

Proses defragment harddisk adalah proses merapikan file – file yang tersimpan di dalamnya. Kalau diibaratkan sebuah buku laptop akan memerlukan waktu yang lama saat ingin mencari data tertentu jika tulisan dalam buku tersebut terpencar – pencar dan tidak beraturan. Untuk itulah harddisk perlu di defragment agar data mudah ditemukan dan mempercepat laptop. Pengguna windows versi terbaru biasanya proses defragment ini sudah terjadwal secara otomatis.

7) Upgrade RAM

Random Access Memory(RAM) mempunyai fungsi membantu harddisk dalam memproses data. Saat data diolah oleh laptop maka untuk mempercepat baca tulis data akan disimpan secara sementara di RAM. Kalau mempunyai RAM yang besar kamu bisa membuka banyak aplikasi pada saat bersamaan (Multitasking). Jadi sangat penting untuk mengupgrade RAM jika laptopmu sudah mulai lemot. Apalagi RAM merupakan komponen laptop yang paling mudah untuk di upgrade daripada komponen lainnya.

8) Ganti ke SSD

SSD atau Solid State Drive menggunakan teknologi terbaru dalam melakukan peyimpanan data. Data di simpan ke dalam sel semikonduktor yang cara kerjanya kurang lebih sama seperti SD card dan Flashdisk. Sebuah SSD memiliki kemampuan untuk baca tulis jauh lebih cepat daripada sebuah HDD biasa. So, jika laptopmu masih menggunakan Harddisk konvensional dalam menyimpan data maka sudah saatnya untuk melakukan upgrade ke SSD.

9) Kurangi Aplikasi yang dimulai saat Booting

Saat laptop mulai lemot coba sesekali buka Task Manager dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del. Task Manager akan menampilkan semua aplikasi yang sedang berjalan baik yang sedang dibuka maupun yang berada di balik layar. Lalu masuk ke Tab Menu Startup, di sana akan menampilkan aplikasi apa saja yang di jalankan windows saat awal booting. Seleksi aplikasi yang memang kamu gunakan saat windows baru mau menyala dan disable aplikasi yang menurut kamu hanya digunakan saat perlu. Gunakan kolom startup impact untuk mengurutkan aplikasi dari yang paling membebani sistem sampai yang paling ringan.

Penutup

Itulah beberapa tips yang bisa kamu ikuti jika kamu ingin mengubah laptop mu yang semakin lama semakin lemot menjadi wuzz seperti baru. Jika kamu memiliki ide dan pendapat lain, silahkan tulis di komentar ya 🙂

Bagikan ke teman:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *