Penyebab dan Cara Mengatasi Laptop Sering Mati Sendiri

Sebagai orang yang sering menggunakan laptop dalam kehidupan sehari – hari, baik untuk keperluan pekerjaan maupun sedakar menghabiskan waktu luang untuk hiburan. Pasti kamu sudah sering mengalami error yang muncul secara random pada laptop kesanyangmu. Namanya juga barang elektronik tidak mungkin sangat perfect dan tidak mengalami error sedikitpun.

Laptop Mati

Kalau errornya hanya muncul sesekali dan terlalu sering mungkin tidak akan menjadi masalah. Tetapi kalau error pada saat kamu sedang sangat butuh laptop tersebut?, misal pada saat ingin persentasi. Tentu saja hal ini akan menjadi masalah besar. Apalagi jika laptopmu mengalami masalah sistem dan mati dengan sendirinya secara tiba – tiba. Selain mengagetkan, masalah seperti ini akan membuat laptop kamu cepat rusak jika dibiarkan terus terjadi.

Penyebab masalah mati sendiri ini cukup banyak dan kasusnya berbeda antara laptop satu dengan lainnya. Pastinya berharap saja laptopmu hanya bermasalah pada sisi softwarenya saja. Karena jika sudah rusak hardwarenya kamu mau tidak mau harus mengganti bagian yang rusak tersebut agar laptopmu kembali ke kondisinya yang semula. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki laptop yang sering mati dari sisi software.

5 Penyebab dan Solusi Laptop Tiba – Tiba Mati Sendiri

1. Kepanasan

Kalau kamu sering ngegame atau sering memaksa laptop kamu untuk bekerja dengan maksimal pernah menemui laptop mu mati atau restart dengan sendirinya. Hal ini dikarenakan ada fitur proteksi dari vendor laptop yang mengatur agar laptop mati saat sudah melewati suhu tertentu. Fitur ini sebenarnya berfungsi sebagai pengaman dan proteksi agar laptopmu tidak mengalami overheat dan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Agar kamu tidak mengalami hal ini, usahakan saat menggunakan laptop pertahikan suhu ruangan. Bisa menggunakan AC atau dengan menggunakan pendingin laptop, tetapi lebih kami rekomendasikan untuk beristirahat sementara jika dirasa laptop sudah mulai panas. Laptop yang mulai panas biasanya ditandai dengan suara kipas internal laptop yang mulai berputar dengan kencang.

Baca Juga:

2. Baterai Rusak

Laptop yang sering mati sendiri bisa saja disebabkan oleh baterai laptop yang kondisinya sudah mulai tidak baik. Seperti yang kita tahu laptop mengandalkan baterai untuk bisa menyala, kalau suplai daya dari baterai tidak stabil akan mengakibatkan laptop tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Hal ini sering terjadi pada laptop yang sudah cukup berumur, tetapi bisa saja terjadi pada laptop baru jika laptop tersebut cacat produksi.

Kamu bisa mendeteksi masalah ini dengan mencoba melepaskan baterai dan menggunakan laptop langsung ke adapter listrik, tetapi ini tidak berlaku jika laptopmu menerepkan baterai tanam pada desainnya. Untuk laptop yang tidak bisa dilepas baterainya, kamu bisa melakukan uji coba dengan mengecas penuh baterai lalu diamkan laptop tanpa melakukan aktivitas apapun. Apakah baterai masih bisa bertahan secara normal akan terlihat disini.

Tentu saja untuk mengatasi masalah laptop yang sering mati yang disebabkan oleh baterai. Kamu cukup mengganti baterainya saja, atau sementara dengan langsung menggunakan adapter listrik tanpa menggunakan baterai. Tetapi yang perlu diingat menggunakan laptop langsung tanpa baterai akan sangat berbahaya pada komponen di dalamnya. Karena jika terjadi arus listrik yang tidak stabil akan menyebabkan konsleting di dalam laptop.

3. Terkena Virus

Virus merupakan musuh semua pengguna komputer. Karena virus merupakan program yang tidak diinginkan dan cenderung merugikan bagi pengguna komputer. Laptop yang sudah terkena virus komputer akan mengalami tanda – tanda dan masalah yang beragam tergantung dengan virus apa yang sedang menginfeksi. Ada virus yang menyebabkan hilangnya file, ada yang membuat sistem crash, ada juga yang membuat laptop mati dengan sendirinya.

Kamu bisa melakukan scan dengan menggunakan antivirus untuk mendeteksi apakah laptopmu sekarang sedang terkena virus atau tidak. Kalau kamu sudah mengguanakan antivirus sebelumnya, lakukan update definisi antivurs tersebut agar bisa mendeteksi virus generasi baru. Agar lebih yakin gunakan antivirus lain untuk melakukan scan.

4. File Sistem Rusak

Untuk bisa digunakan laptop harus terlebih dahulu diinstall sebuah sistem operasi, biasanya sudah diinstall langsung pada saat kita membeli. Sebuah sistem operasi memerlukan file – file yang harus diload pada saat laptop dihidupkan agar bisa berjalan dengan normal. Jika file file yang dibutuhkan ini tidak bisa dibuka maka akan mengakibatkan laptop tidak bisa digunakan bahkan sering mati maupun restart dengan sendirinya.

Ciri – ciri yang terjadi ialah muncul pop up error di saat kita menggunakan laptop. Peringatan error ini waktu terjadinya random, tetapi lebih sering pada saat kita baru saja menghidupkan laptop. Penyebabnya sangatlah beragam bisa karena driver yang konflik atau tidak cocok, proses update yang gagal, file sistem rusak dan hilang karena terkena virus dan lain sebagainya. Untuk mengatasinya kamu cukup mengganti file yang rusak dengan melihat error yang muncul dan mencari penggantinya di internet.

5. Tombol power tidak sengaja tertekan

Masalah ini mungkin saja bisa terjadi jika kamu sedang asyik mengetik dan tidak sengaja menekan tombol power. Apalagi laptop jaman sekarang mempunyai tombol power yang menyatu dengan keyboard. Tentunya hal ini akan menambah kemungkinan untuk tertekan secara tidak sengaja. Masalah mati karena tombol juga bisa terjadi untuk laptop lama dan tombol powernya nyangkut dan menekan terus.

Mengatasinya cukup mudah kamu hanya perlu membuka pengaturan di windows melalui menu Power Options dengan cara klik kanan icon baterai lalu pilih power options, pilih “Choose what the power buttons do” lalu pada dropdown “When i press power button” pilih do nothing. Cara ini akan menonaktifkan tombol power saat laptop sudah menyala.

Penutup

Itulah beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi masalah laptop yang sering mati tiba – tiba. Kalau semua cara diatas tidak bekerja, kemungkinan ada kerusakan yang terjadi pada hardware laptopmu. Jadi mau tidak mau kamu harus membawa laptopmu ke service center untuk memerikasannya.

Bagikan ke teman:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *